ma Kota. lintasrakyat-ntb.com– “Air susu di balas air tuba” pribahasa inilah yang tepat untuk menggambarkan nasib Faridah atau yang akrab di sapa Ida (40) yang merupakan warga kelurahan Dodu kecamatan rasa nae timur Bima Kota, NTB, saat ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita ( TKW) di salah satu negara di Timur Tengah, yang diduga di tipu oleh Kekasihnya yang berinisial FD (35 ) yang merupakan warga disalah satu desa di kecamatan Soromandi kabupaten Bima.
Hal ini si sampaikan oleh Ida saat di wawancarai oleh awak media ini melalui via WhatsApp. Rabu (20/5/2026)
“Pertama dia tlp saya melalui via message, meminjam uang kepada saya sejumlah 32 juta Rupiah dengan alasan dia ( FD red) sebagai modal untuk pembelian Bibit jagung dan pupuk” terangnya.
Lebih lanjut Ida menjelaskan bahwa awalnya Ida tidak percaya kepada saudara FD, akan tetapi saudara FD memberikan keyakinan, bahkan dia ( FD red) melalui keluarganya untuk menelpon kepada saudari Ida , untuk meminjamkan uang kepada FD dengan perjanjian bahwa uang yang sejumlah 32 juta rupiah akan di kembalikan setelah panen.

” Bahkan dia berjanji dan bersumpah kepada saya, kalau dia ( FD red) Akan mengembalikan uang saya itu kepada saya setelah panen” jelasnya.
“Perlu di ketahui juga , bukan hanya uang itu saja yang dia minta bahkan motor saya yang awalnya dia pinjam dia gadaikan ke orang lain.” Tambahnya.
Seiring berjalan waktu dan masa panenpun tiba. Saudara FD tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang saudari Ida tersebut, bahkan beberapa kali di tlp oleh saudari Ida kepada FD namun selalu saja di abaikan. Lebih anehnya saudara FD hanya mengakui bahwa uang yang di kirim oleh saudari Ida itu hanya berjumlah 19 juta rupiah.
” Saya punya bukti transfer berupa resing pengiriman atas nama saudara FD ini, bahwa uang yang saya kirim ke FD berjumlah 32 juta rupiah.” Imbuhnya.
” Merasa hal ini sudah sangat merugikan diri saya ,Makan saya akan menempuh jalur hukum, saya akan melaporkan saudara FD Ini ke kepolisian karena dia sudah sangat-sangat jelas telah menipu saya dengan mengatas namakan cinta palsunya.” Tegasnya ( Red)