Pokdarwis Torowuwu Bersama Sirkula dan Konservasi Indonesia Pantau Langsung Wisata Hiu Paus dan Diving di Nisa Pudu

Spread the love

DOMPU, NTB.lintasrakyat-ntb.com – Upaya menjaga keberlanjutan wisata bahari di Teluk Saleh terus digencarkan. Pokdarwis Torowuwu Desa Soro bersama Sirkula Indonesia dan Konservasi Indonesia( KI red) turun langsung melakukan pemantauan kegiatan wisata hiu paus dan diving di kawasan Nisa Pudu, Jumat (29/5/2026) sekira pukul 7.00 witta

Pemantauan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu habitat hiu paus yang rutin muncul di perairan Teluk Saleh. Tim gabungan menyisir titik-titik interaksi wisatawan, mengecek penerapan protokol kedekatan aman, serta memantau kondisi terumbu karang di lokasi diving.

Ketua Pokdarwis Torowuwu Bustanul Arifin atau yang biasa di sapa Bustanul mengatakan, keterlibatan langsung warga sangat penting agar wisata berjalan sesuai kapasitas daya dukung lingkungan.

“Kami ingin wisata hiu paus ini jadi berkah jangka panjang. Karena itu, setiap perahu, pemandu, dan wisatawan harus paham aturan main: tidak menyentuh, tidak mengejar, dan menjaga jarak aman,” ujarnya.

Perwakilan Sirkula Indonesia Hanzola menambahkan bahwa Nisa Pudu memiliki potensi besar sebagai destinasi diving dan snorkeling berbasis konservasi. Namun, peningkatan kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan edukasi dan pengawasan.

“Data yang kami kumpulkan hari ini akan jadi bahan evaluasi. Kalau pola interaksi sudah sesuai, paket wisata bisa dikembangkan lebih luas dengan tetap mengutamakan prinsip ramah lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Konservasi Indonesia yang di wakili oleh Isnardi Hidayat dan Relis Gabriel Sihaloho menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, NGO, dan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Dompu . Menurut mereka, Teluk Saleh adalah salah satu hotspot hiu paus di Indonesia yang perlu dijaga bersama.

“Penjagaan ini bukan hanya tugas Pokdarwis. Kami hadir untuk mendampingi, memberikan data ilmiah, dan memastikan kebijakan wisata selaras dengan konservasi,” kata perwakilan Konservasi Indonesia.

Selama pemantauan, tim juga melakukan dialog singkat dengan pemandu perahu lokal dan membagikan materi edukasi kepada wisatawan terkait etika melihat hiu paus. Kegiatan ditutup dengan pembersihan sampah laut di sekitar titik diving.

Kegiatan tersebut berakhir sekira pukul 14.00 witta di lanjutkan dengan makan siang bersama dan diving bersama di Pulau Nisa Pudu teluk saleh. ( BUSTANUL LR)

You May Like