Hadirnya PT. Dompu Golden Abadi. Forpemsif pertanyakan kontribusinya

Spread the love

NTB.lintasrakyat-ntb.com – Forum Pemuda dan Mahasiswa Progresif NTB (Forpemsif -NTB) melayangkan kritik keras terhadap aktivitas pertambangan berlokasi Desa. Lapadi, Kecamatan. Pajo yang dilakukan oleh PT. Dompu Golden Abadi. Mereka menilai, di tengah masifnya pengerukan sumber daya alam (SDA) di bumi Dompu, sebanyak 40 ribu warga setempat justru masih terjebak dalam kubangan kemiskinan ekstrem.

protes ini mencuat karena adanya ketimpangan yang dinilai sangat mencolok antara kekayaan alam yang dikuras dengan realisasi kesejahteraan masyarakat sekitar.

SDA Dikeruk, Kemiskinan Ekstrem Meroket
Ketua Forpemsif menyatakan bahwa kehadiran investasi skala besar seharusnya menjadi angin segar bagi peningkatan ekonomi daerah. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Pihaknya mempertanyakan komitmen dan kontribusi nyata dari PT. Dompu Golden Abadi terhadap daerah dan masyarakat lokal.

“SDA kita terus dikeruk dan dibawa keluar, tetapi ironisnya ada sekitar 40 ribu rakyat Dompu yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem. Kami mempertanyakan, di mana kontribusi sosial dan ekonomi dari PT. Dompu Golden Abadi?” tegas Hendra Ketua Forpemsif di awak media.(18/05/2026)

Forpemsif menilai sejauh ini dampak positif dari keberadaan perusahaan tersebut belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat, khususnya dalam hal.

Minimnya keterlibatan pemuda dan masyarakat Dompu dalam struktur pekerja strategis.

Realisasi CSR (Corporate Social Responsibility) atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Transparansi dan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan yang dianggap tidak menyentuh akar masalah kemiskinan kabupaten Dompu.

Sampai saat ini Belum adanya multiplier effect (efek berganda) yang jelas untuk mendongkrak UMKM atau sektor ekonomi kerakyatan di Dompu.
“Transparansi atau Angkat Kaki”
Menyikapi kondisi tersebut, Forpemsif mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu dan pihak manajemen PT. Dompu Golden Abadi untuk segera duduk bersama melakukan audit total terkait kontribusi perusahaan terhadap daerah.”Ujar Hendra.

Jika dalam kurun waktu dekat tidak ada kejelasan mengenai komitmen kontribusi, kompensasi yang adil, serta program pengentasan kemiskinan yang konkret bagi 40 ribu warga terdampak, Forpemsif akan menggelar aksi massa sebagai upaya untuk menghentikan paksa aktivitas eksploitasi PT. Dompu Golden Abadi tersebut.”Tutupnya.

( Red)

Next Post

Kejujuran di balas penghianatan "seorang TKW asal Bima Kota diduga di tipu oleh mantan Kekasihnya

Rab Mei 20 , 2026
Spread the lovema Kota. lintasrakyat-ntb.com– “Air susu di balas air tuba” pribahasa inilah yang tepat untuk menggambarkan nasib Faridah atau yang akrab di sapa Ida (40) yang merupakan warga kelurahan Dodu kecamatan rasa nae timur Bima Kota, NTB, saat ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita ( TKW) di salah satu […]

You May Like