Nasional

Sekjen PGRI Pusat Dorong pemerintah realisasikan SK Guru PPPK.

Lintasrakyat-ntb.com.Jakarta,- Kementerian pendayagunaan aparatur negara ,& reformasi birokrasi no 28 THN 2021, tentang pengisian Kota dan Kabupaten Kota , pengangkatan guru melalui formasi pengangkatan pegawai pemerintah dan perjanjian kerja (PPPK), untuk pengadaan jabatan fungsional guru, pada dinas instansi pemerintah Daerah pada tahun 2021, yang mendapat persetujuan BKN , Sekjen PGRI Pusat Drs. H.M.Ali H.Arahim M.Pd, kepada wartawan yang di kutip oleh awak media iniĀ  dariCakrawalamerdeka.com“mengatakan agar pemerintah Daerah segera merealisasikan SK guru PPPK, dalam rangka mengatasi kekurangan guru , khususnya guru terpencil terbelakang dan tertinggal di kawasan Tambora Kab.Bima Kecamatan Donggo, Soromandi, SDN Kawae Desa Maria utara Kec.Wawo Wera , parado Kab.Bima, Kecamatan pekat , Manggelewa, yakni SD P. Bajo, kempo, SDN 18,Kempo SD 19, SD 20 dan SDN no 21 Kempo, Dusun Tompo Jaya lereng gunung Tambora Kecamatan Kempo Kab.Dompu NTB.
Sekjen PGRI Pusat Drs.H.M.Ali H.A. Rahim.M.Pd, menjelaskan pada wartawan pemerintah Daerah yakni Bupati Dompu dan wakil Bupati Dompu , Bupati Bima dan wakil Bupati Bima, harus berani melakukan terobosan untuk mengangkat guru PPPK, sementara anggran APBN tersedia cetusnya.

Merujuk pada pengangkatan guru PPPK, melalui kementerian Agama sangat sulit, hanya saja sekitar 49 ribu calon guru PPPK, se-Indonesia, bagi adik adik yang bertugas di Desa terpencil dan desa tertinggal melalui kementerian Agama mohon sabar dulu harapnya.

Di tempat terpisah Ketua PD PGRI Kab.Kota Asruryadi SPD , dan PC PGRI Kecamatan sekabupaten Kota , lebih khusus PC PGRI kempo dan ketua advokasi lembaga bantuan hukum PGRI Kecamatan Kempo, apresiasi atas perjuangan bapak sekjen PGRI Pusat usai upacara Hardiknas, 13/5/22.

Kepala BKD dan PSDM, menyikapi kekurangan guru dan terlambatnya realisasi SK guru PPPK , Kepala BKD dan PSDM, Kabupaten Dompu Drs. Arismunandar melalui media mengatakan guru PPPK, meminta agar realisasi SK guru PPPK, namun masih dalam taraf proses perbaikan data, ujar Arif Munandar, guru PPPK, yang lolos bahan di harapkan agar segera di tugaskan, Arif mengatakan dalam Rangka mengatasi kekurangan guru insalah dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti , apabila tidak terpenuhi tuntutan PGRI akan menghambat dunia pendidikan, tandasnya ( Bustanul Arifin)