POLRES BIMA

Sat Binmas Polres Bima Ajak Tokoh Masyarakat Perangi Paham Radikalisme

Lintasrakyat-ntb.com:- Satbinmas Polres Bima mengajak tokoh masyarakat untuk aktif menangkal paham radikalisme dan intoleransi yang mengatasnamakan agama.

Kali ini Satbinmas Polres Bima yang dipimpin Kasat Binmas Sendiri Iptu Suhermansyah melaksanakan Binluh di aula Kantor Desa Penapali Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Rabu (9/03/22).

Dalam pertemuan tersebut, Kasat Binmas mengatakan kepada tokoh masyarakat, Tokoh Agama, serta Tokoh Pemuda setempat, bahwa pendekatan dan diskusi dengan para tokoh sangat penting dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kasat Binmas mengajak para tokoh masyarakat dan pemuda bersatu membangun bangsa ini, “Mari kita secara bersama-sama selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama, jangan terpengaruh dengan paham radikal, terorisme dan intoleran seperti yang berkembang akhir-akhir ini yang dapat merongrong ideologi Pancasila serta dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya

Kasat Binmas berharap peran aktif dari para tokoh masyarakat dalam upaya membantu tugas Kepolisian terutama dalam memerangi dan mewaspadai munculnya gerakan-gerakan paham radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Lebih lanjut, Kasat Binmas melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka meminta peran tokoh masyarakat aktif membantu pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 dengan selalu mensosialisasikan protokol kesehatan di desanya serta mari kita sukseskan vaksin tahap 1, tahap 2 maupun Booster.’ ucapnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan Polri dalam menjaga kamtibmas dan menutup kemungkinan adanya paham radikal dan intoleransi masuk ke desanya.

Ia pun menyambut baik dimana paham radikal dan intoleransi harus dilawan dengan moderasi keagamaan yang memerlukan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami siap bekerjasama dengan Polri untuk membangun bangsa dengan harapan kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk mencegah paham radikalisme, terorisme dan intoleransi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tutupnya.(Om Jeks)